Rabu, 09 Maret 2022

Menulis Autobiografi

 


Judul                   : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Resume ke-         : 23
Gelombang         : 23 dan 24
Hari/Tanggal       : Rabu , 09 Maret 2022
Tema                   : Menulis Autobiografi
Narasumber        : Suparno, S.Pd.,M.Pd. 
Moderator           : Ibu Rosminiyati

Assalamualaikum wr wb,

Materi tentang "menulis Autobiografi" disajikan oleh Bapak Suparno, S.Pd.,M.Pd. dengan didampingi Ibu Rosminiyati sebagai modiator menjawab rasa ingin tahu tentang cara menulis buku Autobiografi. Dengan harapan bisa menulis tentang perjalanan hidup sendiri, materi pun saya simak dengan penuh perhatian agar tak ada yang tertinggal.

Suparno, S.Pd.,M.Pd. Lahir di Magetan, 25 Juli 1966, Lulusan D3 86 IKIP Surabaya, S1 Wima Madiun , S2 Unipa Surabaya. Memiliki kesukaan membaca sejak SD, buku pertama yang selesai dibaca adalah Thomas Alva Edison penemu bola lampu pijar.Mengawali karir sebagai Konselor di SMP 2 Kawedanan pada tahun 1992. Kemudian tahun 2016 diangkΓ t sebagai Kepala Sekolah di SMP3 Kawedanan. Tahun 2019 mutasi di SMPN 1 Takeran dan mulai Maret 2021 mutasi di SMPN 2 Karangrejo Magetan.

Selanjutnya Bapak Suparno menyampaikan materi inti, sebagai berikut:
  • Pengertian Biografi merupakan riwayat hidup yang ditulis oleh orang lain, sedangkan buku autobiografi merupakan riwayat hidup yang ditulis oleh diri sendiri.
  • Manfaat buku Biografi antara lain agar anak cucu mengetahui sejarah perjalanan nenek moyangnya.Sebagai ASN,buku biografi tentang pendidikan dapat menambah angka kridit. Bagi seorang calon kepala sekolah pada masa penilaian, buku biografi menjadi dasar penilaian tanpa harus menceritakannya secara llangsung.
  • Cara Menyusun Buku Biograpi adalah menulis apa yang dialami. Karena itu, menulis jenis ini merupakan menulis yang paling mudah. Sebelum menulis buku biografi, kita sebaiknya membaca buku orang-orang yang selevel dengan kita. atau orang-orang ternama.

Langkah Menulis Buku Autobiografi adalah:

1. Membuat outline. Atau kerangka tulisan.

Misalnya dimulai dari Cerita kelahiran, Masa masa sekolah TK, SD,SMP,SMA, Kuliah, Bekerja, menikah, punya anak, pergi jauh, ke luar kota, luar negeri dll

2. Membuat jadwal menulis, taatilah jadwal yang telah Bapak Ibu Buat.

Masalah masalah yang pernah dihadapi, kenangan pahit, kenangan indah dsb
3. Menyiapkan data data pendukung, misalnya foto, buku diary dsb

4. Menulis per outline (per sub judul). Disarankan agar kita menulis apa saja terkait dengan sub judul sampai selesai tanpa menghiraukan kesalahan. Dalam menulis ikut sertakan pikiran dan perasaan.Dengan demikian diharapkan inspirasi akan datang dengan sendirinya.

5. Menyisisipkan judul yang didapat dari proses menulis pada urutan yang sesuai terkait sejarah perjalanan kehidupan kita.

6. Menyisipkan kata-kata mutiara yang menginspirasi bisa dituliskan di atas, sebelum uraian tulisan.

7. Melakukan editing secara teliti secara menyeluruh

8. Kemudian minta tolong pada teman yang Anda percaya untuk menjadi editor

9. Membuat caver buku yang baik,

10. Meminta dituliskan kata pengantar pada tokoh tokoh terkenal.

11. Mengirimkan kepada penerbit untuk diterbitkan.

Ini buku autobiografi narasumber berjudul Perjuangan Hidupku, buku ini berisi motivasi agar anak muda itu semangat kerja, Semangat belajar, dan semangat berdoa.














Dapat disimpulkan bahwa kita tidak perlu menunggu sukses untuk menulis buku autobiografi karena setiap orang mempunyai sisi kehidupan yang menginspirasi, misalnya tentang kesederhanaan, kejujuran, kesetiaan, kegigihan, membesarkan dan menyekolahkan anak-anak, dsb.Buku autibiografi juga bermanfaat bagi ASN yang dapat diperhitungkan angka kreditnya.


Pangkalpinang, 09 Maret 2022
Rismaningsi

Senin, 07 Maret 2022

Menulis di Kala Sakit

 


Judul                   : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Resume ke-         : 22
Gelombang         : 23 dan 24
Hari/Tanggal       : Senin , 07 Maret 2022
Tema                   : Menulis di Kala Sakit
Narasumber        : Suharto, M. Pd. 
Moderator           : Bapak Dail Ma'ruf

Assalamualaikum wr wb,

Kegiatan pelatihan malam ini memasuki pertemuan ke 22.. Pertemuan ini akan dipandu seorang moderator yang hebat Bapak Dail Ma'ruf. Materi malam ini bertemakan "Menulis di Kala Sakit", serta narasumber yang sangat luar biasa adalah Bapak Suharto, M. Pd.
.
Kita akan sependapat bahwa manusia terbaik adalah yang punya banyak kemanfaatan bagi sesamanya. Malam ini kita bertemu di kelas belajar menulis PGRI asuhan Om Jay, dalam rangka meningkatkan kemampuan menulis agar bisa menjadi nyata membuahkan buku atau karya. Mari kita siapkan diri dan waktu agar bisa menyimak materi dari cing Ato dalam materi Menulis di kala sakit. Agar kita yang sehat ini bisa meneladani cing Ato yang tetap menulis meski dalam keadaan sakit. Puluhan buku ia terbitkan, namun kita yang sehat ini masih ada yang belum punya karya buku.Siapa Cing Ato, dan bagaimana sakit yang ia alami, serta mengapa ia bisa tetap menulis meski ia sakit??. Semua akan terjawab dalam materi malam ini bersama Cing Ato didamping Saya ( Dail ) pada pukul 19.00 hingga 21.00 WIB. 

Selama satu tahun diawal sakit Cing Ato tidak bisa bergerak sama sekali, tidak ada aktivitas yang bisa dilakukan kecuali melihat televisi, itu pun tidak bisa menekan tombol remote kontrol sehingga channel yang dilihat selalu tetap. Hal itu membuat Cong Ato menjadi bosan. Suatu ketika gawai istri Cing Ato yang tertinggal berbunyi, kemudian beliau meminta tolong ART untuk meletakkan gawai tersebut di dada dengan beralaskan bantal dan mencoba untuk menyentuhnya. Alhasil tangan Cing Ato berhasil memegang gawai, artinya tangannya sudah mulai kuat.

Sakit yang beliau alami di ibaratkan seperti pembungkus permen sebagaimana kata pak Nasrullah dalam bukunya magnet rezeki. Beliau mengatakan ujian dan musibah laksana sebuah permen. Pembungkusnya adalah musibah, tetapi di balik pembungkus itu Allah sudah sediakan berjuta kenikmatan. Maka itu, terimalah dengan ikhlas dan banyak bersyukur. Intinya dibalik segala sesuatu ada mengandung hikmah. Tidak ada yang dapat lakukan dalam kondisi serba keterbatasan, kecuali membaca dan menulis. Dahulu menulis dengan alat tulis dan membaca harus membuka buku. Kini zaman teknologi cukup dengan gawai/smartphone kita bisa membaca dan menulis.

Semua berawal dari tidak aktifnya beliau karena tubuh tidak bisa bergerak selama satu tahun. Terkadang agak stres juga karena tidak ada yang dapat dikerjakan, hanya melamun seorang diri di kamar. Sesekali beliau minta televisi dihidupkan. Karena tidak bisa menekan remot televisi tidak pernah ganti channel. Lama-kelamaan bosan juga

Tiba-tiba ada suara dari gawai istri saya yang tertinggal. beliau pinta asisten rumah tangga untuk mengambilkan dan meletakkan di atas dadanya dengan beralaskan bantal. Beliau mencoba menyentuh gawai, ternyata bisa tersentuh. Setelah istri pulang dari mengajar beliau  bertanya kepada istri dimana  gawainya. Maklum sudah 1,6 tahun beliau tidak melihat gawai. Istri pun langsung mengambilkan gawai. Saya minta dibelikan peket internet dan berganti nomor. Karena nomor yang lama sudah tidak aktif.

Dari sinilah beliau melacak akun Facebooknya. Butuh waktu tiga hari baru ketemu fasword. Mulailah beliau menulis dan memposting kondisi beliau. Satu pekan ide menulis baru timbul dalam pikirannya. Akhirnya beliau menulis mulai dari beliau terserang penyakit, dirawat di rumah sakit, bagaimana beliau menjalani selama di rumah sakit, peristiwa-peristiwa yang terjadi selama sakit, dan di tutup tulisan sampai kembali ke Madrasah.

Seminggu kemudian Om Jay menghubungi Cing Ato lagi mengajak untuk mengikuti pelatihan Belajar Menulis di gelombang 8. Dari hasil pelatihan Beliau berhasil menerbitkan buku Solo dengan judul “Belajar Taka Bertepi”, yang kemudian dibukukan dengan judulh “GBS Menyerangku” kisah nyata seorang guru bergulat dengan penyakit langka dengan menulis. Buku tersebut laku keras dipenjualan hingga saat ini.

Buku tersebut beliau beri judul"GBS Menyerangku" kisah nyata seorang guru bergulat dengan penyakit langka dengan menulis. Alhamdulillah, setelah jadi buku banyak yang berminat hingga kini.



Cing Ato menulis setiap hari maka ratusan artikel sudah beliau miliki.di simpan di Facebook dan blogspot. Dari artikel inilah beliau jadikan buku kedua ketika sakit. Yaitu, Menuju Pribadi Unggul. Untuk memperindah tulisan dibuku, beliau berguru dan langsung dibimbing oleh bapak Akbar Zaenudin. Setelah jadi beliau menyarankan untuk mencoba dikirim ke penerbit mayor. SBeliau tidak bersedia, karena terlalu lama menunggu diterima atau tidaknya. 2/3 tulisan di blog belum di bukukan lagi hingga sekarang. Karena beliau menulis bentuk buku yang lain.Ini dia bukunya sekitar 250 halaman.


                                      

Hampir setiap hari Cing Ato  menulis, kebetulan masa pandemi covid-19 terjadi, sehingga hampir dua tahun bekerja dari rumah. Waktu-waktu kosong itulah beliau manfaatkan untuk menulis. Beliau tidak bisa tidur sebelum mendapatkan ide untuk menulis. Sehingga terkadang beliau banyak menerawang sampai dapat ide apa yang besok di tulis.

Inilah  daftar buku solo dari narasumber:

1. Mengejar Azan (dua bulan sebelum sakit) 2018

2. GBS Menyerangku 2020

3. Menuju Pribadi Unggul2020

4. Kompilasi kisah inspiratif 2021

5. Belajar tak bertepi 2021

6. Aisyeh Menunggu cinta (Roman Betawi)2021

7. Menepis kesulitan menulis 2021

8. Gadis pemikat (cerpen) 2022

9. Kado khusus sang bintang (motivasi belajar)2022

10. Lentera Ramadan 2022

Sedang digarap

11. Catatan harian guru blogger madrasah

12. Cing Ato Belajar pantun

13. Cing Ato Belajar puisi

14. Menulis dikala Sakit.

Alhamdulillah, buku GBS Menyerangku pernah diresensi oleh prof Dr ngainun Naim. Buku menepis kesulitan diresensi oleh guru dari Kalimantan Barat dan menghantarkan beliau menjadi sang juara.beliau mau meresensilah biar juara. Cing Ato senang nulis buku solo. Rencana mau konsentrasi di jurnal ilmiah.

                                         

Alasan narasumber menulis buku antara lain:

1. Untuk menambah amal ibadah 

Di saat tak berdaya Cing Ato berpikir. Apa ya yang bisa menambah amal ibadah pada saat beliau sakit. Waktu sehat Cing Ato  sering khutbah, ceramah, menjadi motivator untuk peserta didik. Setelah berpikir, kenapa beliau tidak menulis saja di medsos. Akhirnya  Cing Ato menulis tentang karakter yang berkaitan membangun diri menjadi manusia unggul. 

Alhamdulillah, banyak yang memberikan Apresiasi dan menunggu-nunggu kehadiran tulisan berikutnya. Dari menulis inilah Tuhan memberikan apa yang tidak duga. Justru disaat sakit Cing Ato mendapatkannya.

1. Saya kebanjiran teman yang ingin bersahabat

2. Banyak yang konsultasi tentang menulis

3. Dapat panggilan menulis dari adik saya di Pusdatin (gara-gara dia melihat dan membaca tulisan-tulisan saya di medsos)

4. Kedatangan para yuotuber

5. Menjadi narasumber pada pelatihan di KSGN PGRI

6. Mendapatkan penghargaan dari Bang Jafar DKI sebagai "Pahlawan pendidikan" Jakarta.

7. Banyak teman kerja dan teman medsos yang membuat buku.

8. Dll


                                              Menulislah setiap hari lihatlah apa yang terjadi

2. Untuk kenaikan pangkat

    Kebetulan Cing Ato sudah terlambat naik pangkat karena sibuk kuliah dan sakit. Teman-teman beliau sudah mau ke-IV b beliau masih di III d. Alhamdulillah Januari ini saya mengajukan kenaikan ke IVa dengan menyertakan 1 PTK dan 6 buku solo.

3. Untuk kebanggaan/ motivasi/ inspirasi.

Agar anak-anak beliau yang sedang menimba ilmu di pondok punya kebanggaan terhadap ayahnya. Setidaknya dalam hatinya ayah yang sedang sakit saja masih punya semangat untuk belajar dan berkarya. Begitu juga untuk memberikan inspirasi kepada teman-teman untuk bergerak dan keluar dari zona nyamannya.

4. Untuk mengabadikan ilmu yang dimiliki agar tidak hilang ditelan waktu. Maklum hafalan atau ingatan terkadang lupa, maka itu perlu dipatri di dalam sebuah ikatan yaitu buku.

1. tambah amal soleh,

2 . bisa naik pangkat. 

3. utk kebanggaan/ motivasi. 

4. mengabadikan ilmu biar tak hilang..

5. Dll

Tidak berhenti dibidang menulis saja, beliau pun merambah ke bidang desain cover buku, flayer, layout buku. Di samping ikut pelatihan menulis beliau juga mengikuti pelatihan desain cover lewat canva secara berbayar, setidaknya saya bisa membuat cover buku sendiri. Saya juga banyak membantu teman-teman untuk membuat cover bukunya dengan gratis, juga dipercaya untuk membantu membuat desain cover buku dan flayer di Penerbit YPTD. Sekali lagi gratis.

Cing Ato siap membantu kita untuk membuatkan cover pada pelatihan ini. Silahkan kirim judul dan sinopsisnya. Cukup dengan gawai melalui aplikasi canva langsung jadi. Kalau mau belajar otodidak silahkan lihat di yuotube Cing Ato. Chanel "Suharto MTsN 5 Jakarta"

Bagaimana menulis bagi pemula?

Kata siapa menulis itu mudah. Menulis itu sulit. Mereka yang bilang mudah karena mereka sudah punya pengalaman. Yang sering menulis saja terkadang masih mengalami kesulitan dalam menulis. Apalagi bagi pemula.

Tanya kalau tidak percaya kepada teman-teman yang belum pernah menulis. Atau ajak mereka menulis. Pasti mereka bilang saya tidak bisa menulis, saya tidak berbakat, saya bingung menulis apa, dan sejumlah lontaran alasan yang pasti di dapat. 

Cing Ato juga dulu pernah seperti itu, tapi beliau tidak diam saja. Beliau berusaha untuk tahu rahasia menulis. Maka itu, beliau mencari pelatihan menulis. Bertemulah Cing Ato dengan pria gempal lalu bertanya kepadanya dan pertanyaan saya dianggap bagus sehingga mendapatkan hadiah dari beliau. Nah lihat saja siapa pria gempal itu.

Pertanyaannya sederhana sekali."pak saya bingung untuk menulis, bagaimana cara untuk mengawalinya dan mengakhirinya? Terus apa yang saya harus tulis? Ya, begitulah di antara bunyi pertanyaannya.

Beliau menjawab.

1. Tulis apa yang kita bisa dan kuasai

2. Tulis apa yang pernah kita alami dan rasakan.

3. Tulis apa yang ada di sekitar kita.

4. Gunakan bahasa yang sederhana yang terpenting pesan tersampaikan.

5. Dll

Setelah Cing Ato ketemu kuncinya. Beliau awali menulis apa yang pernah beliau alami dan rasakan. Cing Ato tulislah buku memori tentang  menuntut ilmu dari sejak tingkat SD sampai menjadi guru ASN di kementerian agama. Jadilah buku "Mengejar Azan" dan "GBS Menyerangku"

Akhirnya menulis  yang tadinya terasa sulit setelah mengetahui kuncinya menjadi mudah. Maka itu, beliau menulis buku"Menepis Kesulitan Menulis" buku ini cocok untuk penulis pemula.

Jadi ketika orang tidak bisa menulis, karena belum mendapatkan kuncinya. Jika sudah mendapatkan, maka dengan kunci itu dia akan mudah berselancar mengarungi bahtera literasi.


                                                          Ini kondisi narasumber sekarang


Menulis saja terus biarkan orang lain yang menilainya.
Jangan menunggu pintar baru menulis. Menulis saja terus nanti juga pintar.


SESI TANYA JAWAB:



P1 : Apa saja yang menguatkan Cang Ato hingga bisa sembuh dan malah kembali mengajar ?

Jawabnya:

Saya punya anak yang sedang mondok beliau butuh biaya, jika saya tidak bangkit kemungkinan besar saya kehilangan pekerjaan.

Dua, saya sudah mempersiapkan segalanya untuk peserta didik. Kebetulan saya seorang motivator.
Tiga, dengan menulis saya ingin melupakan sakit yang menahun ini


P2 : Yoga dari Tangerang : Ljuar biasa kisah Cang Ato. Saya tuna netra 6 tahun lalu. Dan simak materi Cang Ato. mau jadi penulis buku juga. Ada Saran bagaimana supaya bisa terwujud cita-cita saya?

Jawabnya:

Subhanallah. 

Pakai ilmu dari om Jay.

1. Tulis yang kita bisa dan kuasai

2. Tulis apa yang kita alami dan rasakan

3. Tulis dengan bahasa yang sederhana.

Coba mulai dengan menulis memor...itu lebih mudah karena bahannya sudah ada.

Saya memulai dengan menulis buku memori saya.


P3 : Saya Dilla dari Lebak. dari 10 buku yang sudah terbit , manakah yang paling banyak diminati pembaca?  dan apakah Cang Ato sudah memperkirakannya ?

Jawabnya:

Buku GBS Menyerangku sampai saat ini masih ada yang pesan. Sehingga berulang kali cetak...

Sebenarnya saya menulis bukan semata-mata untuk di jual. Saya senang saja menulis buku. Andai ada yang berminat anggap saja bonus πŸ™


P4 : Saya Fauzi  dari Sumenep :  Bagaimanakah menepis keraguan untuk terbitkan buku solo pertama? dan Apa saran Cang Ato..

Jawabnya:

Sekarang tidak ada yang sulit untuk menerbitkan buku. Yang terpenting kita sudah punya draf tulisan. Cukup kirim ke penerbit. Bisa kepenerbit mayor atau indie (berbayar)

Tentunya jika mayor banyak aturan karena tak berbayar


P 5 : Naning dari Palembang :  Dengan hobi Cang Ato yang kuat pada menulis. Apa harapan yang ada dalam diri untuk bangsa Indonesia ke depannya?




Jawabnya :

Harapan saya, agar kegiatan literasi membumi di Nusantara ini. Setidaknya dengan banyak menulis pasti banyak membaca. Dengan banyak membaca otomatis banyak pengetahuan yang di dapat.

Bangsa yang besar berawal dari masyarakat yang gemar membaca.

Contoh sederhana, ketika saya sedang memotivasi siswa saya agar belajar yang rajin. Untuk motivasi dan inspirasi saya akan memberikan contoh bagaimana saya belajar hingga menjadi bintang pelajar dan masuk ke perguruan tinggi dengan jalur prestasi.

Atau bisa juga inspirasi dengan ketabahan menghadapi ujian dari Allah.

Jelasnya ada hal yang pernah kita lakukan. Dan apa yang kita lakukan itu bukan saja bermanfaat untuk diri tapi untuk orang banyak.

Coba lihat om Jay, apa yang ia lakukan itu sangat menginspirasi πŸ™


P7 : Mar'Ali @Bintaro 

Jawabnya:

Adakah keinginan untuk menulis tentang harapan bangsa kedepan , agar dengan tulisan cing Ato. bisa membuat semangat para elit bangsa dan generasi muda dalam membangun bangsa?

Dalam buku baik tersurat maupun tersurat  ada arah ke sana. Bagaimana seharusnya kita bersikap untuk diri sendiri, bekerja, bergaul dengan orang lain. Dan lainnya πŸ™πŸ™πŸ™


P8: Frans Fernandez SMPN 1 Praya Lombok Tengah NTB gel.23. 

Jujur saya tertantang dengan pengalaman hidup Cak Arto. Mengapa saya selalu mencari alasan-alasan. 

1. Apa sebenarnya fokus tema dari tulisan Bapak? Bagaimana mewujudkan tema tersebut menjadi buku. Karena untuk mengumpulkan tema-tema yang berserakan di blog atau Facebook perlu energi juga.

2. Dalam menulis, Bapak pasti memiliki target menyelesaikan nya. Bagaimana mewujudkan target itu padahal ide-ide kita yang berseliweran pasti beda dengan target kita. Semua perlu dituangkan dalam tulisan. Bagaimana tips dan triknya.

3. Salah satu motivasi dan semangat dari Bapak adalah keluarga. Bagaimana usaha bapak selama sakit untuk melawan godaan marah dan cerewet atau minta dipahami?

Demikian pak, mohon maaf jika ada tulisan saya yang salah.

Terimakasih atas motivasi bapak. Saya kagum!

Salam dari Praya Lombok Tengah

Super sekali. Terima kasih pak Frans.

Jawabnya:

1. Saya menulis selalu satu tema. Di blog itu enak sekali. Mudah mengumpulkan tulisan satu tema ada istilah"Label" di label itu kita tulis tema yang kita akan tulis atau di Facebook "#" tagar. Jika kita tekan tagar maka tulisan satu tema akan mudah dihimpun.

2. Menulis buku harus punya target. Jika tidak sulit tercapai. Kasih waktu untuk menulis jangan tunggu waktu kosong 

3. Alhamdulillah, selama saya sakit banyak dukungan dan suport baik dari keluarga, saudara, tetangga, teman , murid-murid. Mereka super sekali.

Wabil khusus istri tercinta yang sangat luar biasa dan anak saya begitu luar biasa. Mereka memberikan fasilitas untuk saya. Mendesain kamar seperti rumah sakit dan kantor πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


P9 : Assalamualaikum wr.wb. 

Saya Elmiya sari. Benar-benar terharu membaca kisah kang Ato. Semoga selalu di berikan kesehatan dan panjang umur. Menjadi inspirasi dalam kehidupan. Sabar ketika diberikan sakit. Tetap bermanfaat ketika ujian sakit datang. Allah tentu begitu menyayangi kang Ato hingga diberi ujian sedemikian. Dan inilah makna dari ujian kang Ato, sabar menyikapi ujian dari Allah dan tentunya Allah akan siapkan kenikmatan dibalik semuanya. Sehat selalu kang Ato sekeluarga. 

Saya tidak sanggup bertanya apa-apa, kisah kang Ato menginspirasi bagi saya untuk selalu berkarya dengan segala  kemampuan.Terimakasih.πŸ™πŸ™

Jawabnya:

Waalaikum salam, terima kasih bunda.

Saya denger dari orang katanya saya sabar. Kata istri saya sendiri bilang seperti itu. Saya tanya. Dia jawab. Ayah tak pernah ngeluh seperti menikmati. Begitu juga teman-teman di madrasah. 

Sehingga sakit saya dijadikan motivasi kepada Ade ipar saya sedang sakit. Lihat kak Harto. Dia sabar sekali πŸ™πŸ™πŸ™


P10 ; Saya Vivin dari Sumenep. Bagaimana trik dan tips agar pengalaman hidup yang kita tulis, menjadi menarik dan ditunggu oleh pembaca? Terima kasih.

Jawabnya:

Terima kasih bunda Vivin.

1. Banyak membaca karya orang lain. Saya dahulu ketika menulis pertama saya lihat dan baca buku om Jay. Guru berhati cahaya. Saya pelajari gaya tulisannya.

2. Cari diksi-diksi yang indah-indah. 

3. Pembukaan atau prolog yang sedikit puitis.

4. Bisa pakai gaya bahasa personifikasi, ironi dll.

5. Selipkan CERPENTING cerita pendek tidak penting sebagai penyedap tulisan.

Coba lihat dibuku GBS Menyerangku.

Atau novel saya Aisyeh Menunggu cinta


P 11 : Assalamu alaikum. Wr, Wb.   

Selamat malam, Pak Suharto. Narasumber hebat. Saya terharu dan bangga mengenal seorang penulis yang tangguh dan produktif berliterasi. Semakin pulih, Pak.  Salam kenal, Maria dari Jakarta.

Izin bertanya.

1. Bagaimana Bapak memulai tulisan dengan konsentrasi hingga karya beredar di berbagai sudut kota.

2. Apa saja yang Bapak tuliskan sedangkan secara fisik proses pemulihan

3. Apa saja strategi yang sederhana untuk mengatasi kala rasa jenuh dan hilang ide itu menghampiri.

Jawabnya:

Waalaikum salam, Terima kasih bunda Maria πŸ™

1. Pertama saya tentukan tema. Contoh misal,  kuliner. Maka  kita  harus menulis tentang kuliner. Susun daftar isi, andai 40 yang harus kita tulis. Kasih waktu untuk menulis setiap hari atau satu Minggu satu judul. Nah tinggal hitung sampai berapa bulan jadinya. Itulah target.

2. Saya menulis apa saja yang saya bisa dan kuasai. Ada buku memor, ada motivasi, ada novel, ada cerpen, ada puisi, ada pantun dan lainnya.

Cukup dengan gawai atau smartphone saya menulisnya. Setelah itu saya share ke Facebook dan blogspot. Kalau sudah cukup baru saya copy ke laptop. Lalu diedit. Jadi deh πŸ™

3. Saya lihat yuotube, TikTok, buku. Ada saja ide muncul πŸ™


P12 : Assalamualaikum 

Saya Bu Siti Rohani 

SMP Negeri I Kalirejo Lampung Tengah 

Mau bertanya 

Bagaimana anda tetap semangat menulis dalam kondisi sakit

Teriring doa semoga Cang Ato selalu sehat dan bermanfaat untuk orang banyak 

Terimakasih πŸ™

Jawabannya:

Waalaikum salam bunda. Terima kasih.

Semakin saya menulis semakin saya lupa dengan penyakit saya. Tetiba sudah sore atau sudah malam.

Saya merasakan ada progres yang cukup signifikan.

Tetapi saya tetap jaga kondisi, jika lelah ya, saya istirahat πŸ™


P13 : Assalamualaikum cang ato 

Salaam kenal dari saya cut fiqa dari tanah Aceh 

Sebelumnya saya sangat senang sekali cing telah memberikan perjalanan cing hingga sampai skrang, luar biasa cing. Yang ingin saya tnyakan

1. Cing dibalik karya cing, yang bergenre puisi dan cerpen apakah ada kisah nyata yang cing taburkan di dalamnya?

2. Cing bagaimana konsep cing dalam memilah menulis fiksi dan non fiksi, apa trik dari cing Agar suatu karya tersebut hidup?

Terimakasih cing😁😁😁

Salam dari saya cing, saya fans kepada cing😁

Jawabnya:

1. Untuk cerpen, saya Alawi dengan menulis kisah nyata. Tapi saya samarkan nama dan tempat.  Seperti cerpen "Gadis Pengejar Bus" ini kisah mantan pacar πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Puisi. Seperti GBS Menyerangku. Itu saya jadikan judul puisi.

Rindu " kisah kangen dengan anak-anak. Karena 3 anak saya merantau semua menuntut ilmu. Saya berduaan dengan mantan pacar πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Saya sebenarnya senang dengan fiksi. Bebas berkreasi. Dan terkadang menulisnya mengalir saja. Hanya perlu konsentrasi dan tempat yang sepi. Jika berisik hilang imajinasinya πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Non fiksi, butuh bahasa yang baku, ilmiah dan harus banyak referensi. πŸ™


P14 : Saya ingin bertanya pak. Ato. 

1.saya hampir nangis melihat video anda. 

Bertahannya 1 tahun dari sakit.. Apa ide menulis awalnya. 

Karena th 1998 saya juga sakit 2 th kecelakaan. 

2. Dukungan dari mana yg menguatkan bapak, menulis bahkan skrg kembali mengajar di mtsn 5 jkt. 

Slm, dari Hadi smkn5 jkt. 

Succes guruku pak Ato.. Tq


P 15 : Assalamualaikum Cang Ato

Saya Susi, dari kayu agung.

Izin bertanya, siapakah tokoh yang paling Cang Ato kagumi dan kenapa?

Terima kasih pak Hadi.

1. Ide awalnya. Suatu hari saya menjadi wakil kurikulum. Saya berkeinginan menulis buku panduan administrasi untuk guru-guru. Sudah hampir selesai saya tulis. Tapi saya kesulitan menis kata-katanya. Masih kaku sehingga tulisan itu tidak jadi. 

Maka itu, saya mencari pelatihan berbayar ya, cukup mahal jutaan πŸ˜€πŸ˜€

2. Saya ingin abadi. Walau jasad hilang ditelan bumi, tapi saya masih punya peninggalan buku yang bisa dibaca banyak orang. Berharap menjadi amal jariah

Dukungan dari semua orang yang kenal dengan saya. Wabilkhusus istri tercinta dan anak-anak ku yang super. Beliau memberikan saya mobil untuk kerja. 😭😭😭

Jawabnya:

Waalaikum salam, bunda Susi.

Berkaitan dengan Agama, tentunya Rasulullah.

Berkaitan dengan ilmu. Hamka. Beliau seorang ulama tapi pandai menulis bukan saja masalah agama tetapi juga sastra. Walau saya belum mempunyai bukunya. Hanya tafsirnya yang saya punya πŸ™


SETITIK CAHYA DI KALA HAMPA

Oleh Frans Fernandez


Deru debu dunia menghajar hampa

Segala geliat hidup di dalamnya menerjang asa

Tubuh-tubuh manusia mencari sekepal roti

Tuk di santap dalam kalut dan derita


Lihatlah tubuh-tubuh beringas 

Terus menerjang batang-batang tiang tak bernyawa

Sambil menyeringai memamerkan gigi-gigi kuning kotor

Di hadapan seorang hamba lemah


Hamba itu hanya memandang penuh kasih

Dan senyumnya melukiskan kata

Jemari lemahnya menulis aksara

Dan kalahkan semua ego-ego buas tadi


Dalam kata

Dalam kalimat 

Dalam buku

Tak bersuara


Pangkalpinang, 07 Maret 2022

Rismaningsi


Jumat, 04 Maret 2022

Menjadi Penulis Buku Mayor

 


Judul                   : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Resume ke-         : 21
Gelombang         : 23 dan 24
Hari/Tanggal       : Jum'at , 04 Maret 2022
Tema                   : Menjadi Penulis  Buku  Mayor
Narasumber        : Joko Irawan Mumpuni 
Moderator           : Ibu Widya  Setianingsih

Assalamualaikum wr wb,

Malam ini kita memasuki pertemuan ke 21. Jumpa lagi dengan Arek Malang Ibu Widya Setianingsih di kelas spesial yang tanpa sekat dan batas. .Bapak Joko Irawan Mumpuni sebagai narasumber materi "Menjadi Penulis buku Mayor",yang disapa Mr. Bams dengan Om Joko ternyata merupakan direktur penerbitan Penerbit Andi. Beliau langsung memberikan file dengan judul "Menulis Buku yang Diterima Penerbit Mayor". Beliau sudah hampir 20 tahun menggeluti dunia penerbitan. Beliau sangat aktif diasosiasi penulis di Indonesia. Itulah sebabnya beliau selalu semangat jika diajak membahas tentang penerbitan dan penulisan buku.




Ternyata Pak Joko mengangkat tema "Menulis Buku yang Diterima Penerbit Mayor" karena seringnya beliau ditanya tentang kriteria penerbit mayor dan perbedaan penerbit mayor dan penerbit minor yang banyak bermunculan akhir-akhir ini.

Sebelum teknologi informasi berkembang pesat seperti sekarang ini; orang hanya mengenal penerbit Mayor dan penerbit Minor, masing-masing punya pendapat. Namun semua pendapat itu merujuk pada satu kesimpulan yang pasti yaitu Jumlah terbitan buku pertahun penerbit mayor jauh lebih banyak dibanding penerbit minor. 

Sedangkan alasan penulis merasa bangga jika bukunya diterbitkan oleh penerbit mayor. Tentunya naskah karyanya akan dikelola lebih profesional mempunyai fasilitas lebih baik, modal, percetakan, SDM yang lebih baik, dan jaringan pemasaran yang lebih luas.

Dengan alasan tersebut di atas, sulit untuk bisa menembus penerbit mayor. Dipenerbit Andi naskah masuk setiap bulanya berkisar 300-500 naskah, namun yang diterbitkan hanya 50-60 judul saja.Sisanya dikembalikan kepada penulis. Karena itu pula, muncullah penerbit Indie, yang mana penulis dapat menerbitkan bukunya sendiri.


Kalau kita melihat gambar diatas, para peserta malam ini berada pada level berapa?



Menurut bapak Joko Penerbitan adalah Badan Usaha yang mencari keuntungan dengan melibatkan banyak pihak yang semuanya penting.


Ini kalau disederhanakan gambarnya. penulis tetap muncul bagian yang paling penting.



Inilah yang menyebabkan Literasi di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga lainnya. Ciri-ciri penerbit yang baik seperti dibawah ini.



Gambar dibawah Ini adalah imbalan yang akan diterima dan tidak bisa ditolak oleh penulis yang telah berhasil.

.

Agar naskah kita diterbitkan oleh Penerbit Mayor, perhatikan kriteria penilaiannya:



Kuadran naskah yang diterima. Berikut gambarannya:


Naskah yang ditolak hanya nasakah yang temanya tidak populer dan penulisnya juga tidak populer. Kita bisa mencari tema apa yang sedang populer di Google Trend. Kita akan mencoba apakah tema tentang  "Batu Akik" populer saat ini. Ketika kita ketik "Batu Akik" dikolom Google Trend maka akan tampil seperti ini.





Cara mencari topik yang tren saat ini, silahkan buka di Google Trends. Salah satu yang trendi adalah tema pemasaran



Sangat kelihatan kalau tema "batu akik" sudah tidak populer lagi untuk saat ini tetapi menjadi trend sekitar 10 tahun lalu.Sekarang kita coba dengan tema "Pemasaran".



Ternyata tema Pemasaran nggak pernah turun tetapi terus naik. Karena itu sebelum kita menulis pilihlah tema-tema yang trendnya naik terus karena itulah yang disukai Penerbit. Kita bisa mencari tema-tema menarik lainnya.

Bapak Joko menjelaskan bahwa ini baru dari sisi tema populer, padahal ada syarat kedua yang harus dipenuhi yaitu penulis populer. Untuk mengecek apakah penulis tersebut populer atau tidak, penerbit akan melacak profil penulis dari berbagai sumber, yaitu :
1). Berapa bayak teman/pengikut disosial medianya.
2). Seberapa aktif di grup-grup yang diikuti, akan lebih baik kalau penulis ini sebagai adminnya dengan jumlah anggota ratusan ribu.
3). Apakah penulis ini punya blog sendiri dan seberapa aktif dan bagimana respon pembacanya. 4).Google Scholar adalah yang paling dicermati oleh Penerbit.


Contoh saya masukkan nama salah satu penulis Penerbit ANDI yang Populer.


Dalam menentukan jumlah cetak (Opla), Penerbit Andi mempertimbangkannya berdasarkan kwadran kategori naska.


Ilmu-ilmu murni akan memiliki lifecycle yang panjang, sampai bertahun tahun buku itu cetak ulang terus karena laku dan tidak perlu direvisi. Market lebar artinya banyak dibutuhkan oleh masyarakat, jika itu buku pelajaran maka jumlah siswa/mahasiswanya sangat banyak. Pertanyan lain yang sering muncul adalah Peneribit ANDI memakaigaya selingkung apa? Pada umumnya penerbit memakai gaya selingkung semua yang ada didunia..Yang penting konsisten..


Penerbit ANDI memakai gaya selingkung seperti yang dilakukan penerbit lainnya yaitu:









Sebelum narasumber akhiri paparan ini dan dilanjut dengan tanya jawab akan  ditampilkan 3 gambar menarik sebagai berikut:

..






Banyak sekali yang sudah dipaparkan oleh Pak Joko terkait hal-hal dan syarat diterimanya naska buku yang dapat diterbitkan oleh Penerbit Andi, sekaligus motivasi agar bersemangat untuk menulis. Semoga paparan ini dapat menjadi rujukan bagi penulis jika mempunyai impian naskanya diterima di Penerbit Andi.

Kuncinya jangan takut mencoba sesuatu yang baru. Kerja keras. Dan semangat. Ingat tidak semua mimpi sekedar bunga, dengan rasa percaya kita akan mewujudkannya menjadi nyata. Syukur jika kita bisa berprestasi mengikuti jejak beliau yang luar biasa.



Pangkalpinang, 04 Maret 2022
Rismaningsi.




Rabu, 02 Maret 2022

Menguak Dapur Penerbit Mayor



Judul                   : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Resume ke-         : 20
Gelombang         : 23 dan 24
Hari/Tanggal       : Rabu , 02 Maret 2022
Tema                   : Menguak Dapur Penerbit Mayor
Narasumber        : Edi S. Mulyanta, S. Si. M.T. 
Moderator           : Bapak Mulyadi

Assalamualaikum wr wb,

Pada pembelajaran malam ini pertemuan ke-20 bertemakan "Menguak Dapur Penerbit Mayor", dengan narasumber Bapak Edi S. Mulyanta, S. Si. M.T. didampingi oleh Bapak Mulyadi, bertindak sebagai moderator. Beliau lahir di Yogyakarta pada 24 Mei 1969, dan berprofesi sebagai publishing consultant Andi Publisher sejak tahun 2020. Beliau juga seorang penulis yang telah menerbitkan sebanyak 11 judul buku sejak tahun 2003. Selain sebagai praktisi dibidang penerbitan, beliau juga seorang akademisi atau dosen. Didunia tulis menulis tentu belaiu tidak diragukan lagi, buku-buku karya beliau telah lama menghiasi toko-toko di Indonesia, umumnya berkaitan dengan dunia teknik. Hal ini sesuai dengan latar belakang pendidikan beliau sebagai seorang magister dibidang teknik elektro. Malam ini beliau akan buka bukaan soal dapur kepada kita semua. 

Pak Edi sudah hampir 20 tahun berkecimpung di dunia produksi buku, awalnya beliau adalah penulis buku mandiri yang hidupnya full dari menulis buku. Kemudian dipercaya untuk mengelola penerbitan buku di Yogyakarta. Istilah penerbit mayor sebenarnya mengacu pada jumlah produksi buku yang dihasilkan dalam satu tahun. Penerbit dengan jumlah terbitan di atas 200 judul per tahun dianggap sebagai penerbit skala mayor. Semasa pandemi, mereka tetap menerbitkan buku di atas 200 judul, meskipun terkendala produksi yang sempat tutup karena outlet toko buku juga terdampak pandemi.

Menurut beliau tahun 2019 merupakan tahun yang paling berat dalam dunia penerbitan buku, karena perubahan teknologi betul-betul seperti bayang-bayang kelam yang dapat melahap dunia penerbitan buku di Indonesia bahkan di dunia. Runtuhnya dunia surat kabar, merupakan pukulan telak bagi dunia cetak, dan informasi berupa cetakan. Dunia penerbitan yang saat ini di bawah IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia), menjadi was-was dan memandang cukup berat tantangan ke depan dunia cetak dan produksi buku. Undang-undang no 3 th 2017 tentang sistem perbukuan, telah memberikan isyarat yang tegas akan hadirnya format media digital yang telah diberikan keleluasaan untuk secara bertahan menggantikan dunia cetak. Dipertegas lagi dengan keluarnya Peraturan Pemerintah no 75 yang keluar pada tahun 2019, telah memberikan petunjuk secara tegas untuk memberikan arah ke dunia digital di penerbitan.

Dari pengalaman selama pandemik ternyata buku format digital masih merupakan embrio yang belum menghasilkan keuntungan yang sama dengan buku fisik. Sehingga masa depan buku fisik masih sangat menarik untuk dicermati.

Dari gambar dibawah ini merupakan gambaran secara garis besar posisi dari penerbit. Jadi yang didapat penulis selain royalty (koin) juga poin untuk jenjang akademik.


Buku yang biasa di tulis, narasumber  menyarankan agar penulis mengikuti Peraturan Pemerintah No. 75 (Tahun 2019) yang memberikan arah pelaksanaan undang-undang perbukuan No.3 Tahun 2017. Dengan PP ini pula proses penerbitan buku menjadi lebih cepat.

                                                         Jenis buku yang dapat kita tulis


Perkembangan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka, menuntut penerbit-penerbit untuk berlomba-lomba menerbitkan buku yang mendukung literasi dasar. Sehingga peluang untuk dapat terbit menjadi semakin menarik. Bapak ibu bisa menyambut peluang ini, mengingat kurikulum baru saat ini menuntut banyaknya sumber-sumber literasi bagi anak didik kita. Penerbit-penerbit saat ini semakin semangat untuk dapat mengisi peluang tersebut, kendala utama adalah mencari penulis dengan tema yang marketable. Apabila dipetakan, antara kualitas dan besar market akan terlihat peluang yang menarik untuk mengisi tema-tema buku yang menarik penerbit.


Pak Edi menjelaskan bahwa ada 4 kuadran yang digunakan oleh penerbit dalam menentukan buku tersebut layak terbit atau tidak di dasarkan pada keilmiahan dan besar market. Kuadran yang menarik bagi penerbit adalah buku yang punya market besar, dan tentunya diimbangi dengan kualitas yang ideal walaupun cukup sulit mencari kuadran buku yang ideal.

Kendala utama untuk terbit adalah keterbatasan modal penerbit, sehingga penerbit akhirnya memberikan syarat-syarat dan saringan untuk dapat mendapatkan naskah yang mendukung industrialisasi buku tetap berjalan. Penerbit biasanya akan melakukan scouting , atau pencarian tema dan penulis, dan tentunya bekerjasama dengan team riset pemasaran untuk menentukan tema apa yang masih dapat diserap pasar. Penerbit, tidak dapat mengesampingkan data pasar buku di Indonesia, sehingga data pemasaran ini sangat penting untuk memberikan arah haluan ke mana produksi buku dapat dikembangkan lebih lanjut. Team riset pemasaran akan memberikan data awal kemana outlet yang menguntungkan, meskipun saat ini masih dalam situasi pandemi.


Pak Edi juga mengajak para peserta untuk melihat terbitan mereka dalam format digital di link


Peserta bisa melihat-lihat terbitan narasumber dalam format digital di www.pbuandi.com dan bukudigital.my.id. Materi di open 20% sehingga para peserta pelatihan dapat pelajari outline buku, judul buku, pembagian per babnya, dan lain-lain.


Peserta pelatihan bisa melihat di contoh gratis yang dapat dibaca secara free. Peserta bisa mengintip karya-karya yang telah terbit sehingga memudahkan memberi arah tema buku apa yang kira-kira cocok dengan kompetensi masing-masing peserta.


                                                       Contoh tampilan di Google Books

Silakan peserta  praktikan untuk memberikan wawasan bagaimana menulis bab-perbab, struktur buku, struktur kalimat, hingga paragraf. Tulislah perencanaan naskah untuk ditawarkan ke penerbit, dengan cara ATM  yang sangat populer Amati, Tiru, dan Modifikasi. 

Penanggungjawab biaya penerbitan buku:
  • Penerbit mayor biasanya mempunya dana untuk memilih terbitan buku yang menjadi sasarannya, sehingga semua biaya produksi hingga pemasaran dilakukan oleh penerbit tersebut.
  • Konsep dasar pembiayaan dalam penerbitan buku, adalah penerbitnya yang membiayai. Tetapi harus sesuai dengan misi dan visi penerbit akhirnya tidak dapat terbit. Atau bisa juga dengan  skema lain dalam penerbitannya. Misalnya dibiayai oleh penerbitnya sendiri, baik melalui skema dana pribadi, CSR Perusahaan, Dana Penelitian Daerah, Dana Sekolah dll.
  • Trik yang dapat digunakan dan cukup mujarab adalah menulis berbarengan dengan pembiayaan gotong royong antar penulis. Banyak plus minus nya apabila menulis keroyokan, terutama angka kredit yang kecil karena dibagi beberapa penulis. 

Banyak penerbit-penerbit saat ini menawarkan layanan hal tersebut. Silakan dimanfaatkan sembari belajar untuk memproduksi sendiri buku tersebut hingga proses pemasarannya. Konsentrasi penulis adalah di Materi yang otentik, dan unik. Penerbit akan membantu dalam hal Pembahasaan dan Penyajian.


Kesimpulan:

Penerbit adalah lembaga yang mencari profit, dan mempunyai idealisme dalam menerbitkan buknya sesuai dengan visi misinya. Penulis dapat mengikuti idealisme penerbit dalam menghasilkan buku yang akan dinikmati oleh pembacanya. Kirimkan usulan penerbitan buku, supaya ide Anda dapat ditangkap penerbit dan disebarluaskan ke pembaca.

Silakan peserta manfaatkan kesempatan menulis buku yang terbuka lebar, saat perubahan kurikulum yang menjanjikan. Penerbit Mayor maupun Minor perbedaannya hanya di skala produksi, silakan peserta memilah dan memilih penerbit yang tentunya cocok dengan keinginan peserta sendiri.



Pangkalpinang, 02 Maret 2022
Rismaningsi



Mengelola Taman Bacaan

  J udul                        : Pelatihan Belajar Menulis PGRI Resume ke-            : 30 Gelombang            : 23 dan 24 Hari/Tanggal   ...