Rabu, 16 Februari 2022

Menulis Buku Terbaik Perpusnas



Judul                  : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Resume ke-        : 14
Gelombang        : 23 dan 24
Hari/Tanggal      : Rabu, 16 Februari 2022
Tema                  : Menulis Buku Terbaik Perpusnas
Narasumber       : Dr. Mudafiatun Isriyah.
Moderator          : Ibu Widya Setianingsih


Assalamualaikum wr wb, 

Kegiatan pelatihan malam ini akan dipandu seorang moderator yang hebat Ibu Widya Setianingsih. Pada malam ini adalah pertemuan ke-14 merupakan pertemuan yang luar biasa sekali, saya merasakan aura semangat dari rekan-rekan peserta pelatihan belajar menulis gelombang 23 dan 24 ditambah lagi materi bertema "Menulis Buku Terbaik Perpusnas", serta narasumber yang sangat luar biasa adalah Dr. Mudafiatun Isriyah atau biasa dipanggil Ibu Iis. Beliau adalah seorang dosen di Universitas PGRI Angoporo Jember. Beliau juga sedang menjalani tugas tambahan S3 di Universitas Negeri Malang. Beliau membagikan pengalaman dari mulai proses belajar menulis sampai menerima penghargaan buku terbaik dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.


Sesuai dengan prestasi Beliau sebagai penulis terbaik Perpusnas, malam ini kita akan mengulik habis rahasia Beliau hingga meraih kesuksesan. Buku duet dengan Prof Ekoji yang berjudul : Implementasi Social Presence dalam Bimbingan Online dalam Perspektif Komunikasi Personal, Interpersonal dan Impersonal ISBN: 978-623-01-0786-3. Menghantarkan Beliau menjadi Pemenang Buku Terbaik 1 (Tema Pendidikan Jarak Jauh) Perpusnas 13 September 2021) .Ini adalah foto Beliau saat menerima penghargaan, bersama profesor Richardus Eko Indrajit.(Yang masih punya tagihan di Januari berseri dan Februari Romantis seperti saya pasti kenal degan Prof Ekoji.



Seperti biasa pertemuan ini akan bagi dalam 4 sesi :
1. Pembukaan
2. Paparan materi melalu chat WA grup
3. Tanya jawab
4. Penutup

Apa itu Menulis ?

Menulis merupakan salah satu kegiatan berbahasa, tetapi tidak semua orang terampil berbahasa dapat menulis dengan baik. Menulis memang tidak mudah, tetapi jangan kita bayangkan bahwa menulis adalah,kegiatan yang sangat sulit dan jangan pula kita pernah berpendapat bahwa menulis sangat erat kaitannya dengan bakat.

Menulis sama dengan keterampilan-keterampilan yang lain seperti keterampilan membuat kue, membuat anyaman, berhitung, komputer, dan lain-lain yang dapat diperoleh dengan cara mempelajarinya dan mempraktikkannya. Setiap keterampilan yang diperoleh dengan cara mempraktikkannya harus sering diulang-ulang atau dilatih secara menerus atau berkesinambungan.

Menulis adalah sebuah keterampilan berbahasa dan kita adalah guru bahasa Indonesia, selanjutnya pasti kita mengerti. Kita tidak punya pilihan lain, suka atau tidak suka kita harus bisa menulis atau mengarang. Sulit membayangkan seseorang yang harus mengajarkan menulis tetapi tidak pernah memiliki pengalaman menulis. Sukar diterima akal sehat seseorang yang membenci mengarang dapat mengajarkan mengarang dengan baik kepada para siswanya.

Apabila kita tidak menyenangi menulis tentu kesulitan sekali mengajarkan siswanya untuk menulis. Salah satu penyebab mengapa orang tidak suka dan menghindar dari menulis karena ia tidak memiliki pemahaman yang memadai mengenai apa, mengapa, dan bagaimana menulis itu. Hasilnya tentu tidak maksimal.

Baiklah kita untuk menyelami dan memahami hakikat menulis yang diharapkan dapat membekali kita dengan wawasan tentang konsep menulis dan konsep menulis sebagai proses yaitu:
1. Menjelaskan pengertian                 menulis;
2. Menguraikan manfaat                     menulis;
3. Mengidentifikasi faktor-faktor      penyebab keengganan                  seseorang dalam menulis;
4. Menerangkan mitos-mitos             dalam menulis;
5. Menemukan hubungan                   menulis dengan berbagai             aspek keterampilan                       berbahasa lainnya;
6. Menjelaskan pengertian                 menulis sebagai proses; serta
7. Menjabarkan setiap fase               dalam proses menulis

Menulis atau mengarang yaitu suatu aktivitas menuangkan pikiran secara sistematis ke dalam bentuk tertulis. Atau, kegiatan memikirkan, menggali, dan mengembangkan suatu ide sambil menuliskannya.

Menulis pada dasarnya merupakan suatu bentuk komunikasi berbahasa (verbal) yang menggunakan simbol-simbol tulis sebagai mediumnya. Sebagai sebuah ragam komunikasi, dalam menulis setidaknya terdapat empat unsur yang terlibat. Keempat unsur itu adalah:
1. Penulis sebagai penyampai pesan,
2. Pesan atau sesuatu yang disampaikan penulis,
3. Saluran atau medium, berupa lambang-lambang bahasa tulis seperti huruf dan tanda baca.
4. Penerima pesan, yaitu pembaca, sebagai penerima pesan yang disampaikan oleh penulis.

Fungsi dan Tujuan Menulis:
1. Fungsi personal, yaitu mengekspresikan pikiran, sikap, atau perasaan pelakunya, yang diungkapkan melalui misalnya surat atau buku harian.
2. Fungsi instrumental (direktif), yaitu mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain.
3. Fungsi interaksional, yaitu menjalin hubungan sosial.
4. Fungsi informatif, yaitu menyampaikan informasi, termasuk ilmu pengetahuan.
5. Fungsi estetis, yaitu untuk mengungkapkan atau memenuhi rasa keindahan.

Beberapa tujuan menulis, yaitu :
a. Mengubah keyakinan pembaca.
b. Menanamkan suatu pemahaman kepada pembaca.
c. Merangsang proses berpikir pembaca.
d. Menyenangkan dan menghibur pembaca.
e. Memberitahu pembaca.
f. Memotivasi pembaca

Apa manfaat menulis?

Ada bebrapa manfaat menulis yang disampaikan narasumber, yaitu :
a Peningkatan kecerdasan.
b Pengembangan insiatif dan kreativitas.
c Penumbuhan keberanian.
d Pendorong kemauan dan keterampilan mengumpulkan informasi.

Beberapa Ahli menyampaikan pendapat yang berbeda tentang manfaat menulis.
Hairston (Nursisto, 1999: 8) manfaat menulis adalah sebagai berikut:
a Sarana untuk menemukan sesuatu.
b Memunculkan ide baru.
c Melatih keterampilan mengorganisasi dan menjernihkan sebagai konsep atau ide.
d Melatih sikap objektif pada diri seseorang.
e Membantu meyerap dan memproses informasi.
f Melatih untuk berpikir aktif

Setelah mengetahui alasan menulis manfaat dan tujuan, sekarang tentukan tujuan kita, setelah memiliki wawasan ini yaitu: mengembangkan ide. Ide biasanya didapatkan dari berbagai sumber, antara lain dengan: membaca buku, membaca jurnal ilmiah, berdiskusi, menghadiri seminar, mengamati fenomena di masyarakat, atau berasal dari sumber lainnya. Bila mendapatkan ide, segeralah menulis di kertas, buku catatan atau media lainnya agar bisa ditindak lanjuti bila telah punya waktu untuk memulai proses penulisan. Hal ini dibutuhkan untuk menghindari hilangnya ide saat itu. Perhatikan, hal sangat urgent dalam sebuah tulisan, mengapa buku beliau bisa meraih pemenang 1. Pada saat menulis dengan hati, saat menulis Novelty akan di dapat.

Apa itu Novelty?

Novelty adalah unsur kebaruan atau temuan dari sebuah tulisan. Tulisan dikatakan baik jika menemukan unsur temuan baru sehingga memiliki kontribusi baik bagi keilmuan maupun bagi kehidupan. Dalam hal ini jika kondisi tersebut tidak sama dengan milik orang lain, maka kemungkinan tulisan kita mengandung unsur novelty.


Pasiion itu adalah apa yang di sukai saat itu, kalo saat ini pingin bikin puisi yaa penuhi syarat-syaratnya, namun puisi dengan tulisan ilmiah beda. Tulisan harus merujuk pada para ahli. Maksudnya adalah sebuah tulisan untuk saat ini tidak akan mungkin merupakan murni hasil karya sendiri yang tidak pernah ada di belahan bumi. Karena usia bumi sudah tua dan lama sehingga pasti semua sudah ada, lantas bagaimna cara kita supaya bisa menulis yang baik? inilah fungsi dari sebuah rujukan, referensi, daftar pustaka, ahli sebelumnya, tokoh sebelumnya. Jadi maksudnya merujuk pada tulisan yang sudah mendahului.

Percaya Diri dalam menulis itu bisa terus ditumbuhkan dengan menulis terus dan jangan berhenti sampai passion itu ada...kalo berhenti maka kembali nol, jika tidak mau, sesulit apakah kok tidak mau menulis? Padahal apa yang kita bicarakan ini adalah sejatinya sudah menulis jika itu di tulis, misalnya menulis pakai HP menuangkan ide dalam otak lalu dicurahkan dalam kalimat, jadilah tulisan.

Menulis tidak perlu menunggu bakat, tulislah apa yang ada dalam otak, mencari ide bisa di dapat dimana saja, bacalah literatur karena itu yang menjadi petunjuk dalam menulis, jadilah penulis sejati jagan menjadi penulis plagiasi, kejar novelty sampai tulisan kita menjadi passion sejati.


Pangkalpinang, 16 Februari 2022
Rismaningsi


Senin, 14 Februari 2022

Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan

 


Judul                  : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Resume ke-        : 13
Gelombang        : 23 dan 24
Hari/Tanggal      : Senin, 14 Februari 2022
Tema                  : Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan
Narasumber       : Susanto, S.Pd.
Moderator          : Bapak Muliadi


Assalamualaikum wr wb, 

"Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan" hadir di tengah-tengah waktu pembelajaran dengan narasumber Bapak Susanto, S.Pd, dan dibersamai oleh moderator Bapak Muliadi. Materi ini penting dipelajari bagi penyempurnaan tulisan yang dikerjakan dengan segala bentuk pengorbanan agar layak dipersembahkan kepada para pembaca.

Dalam dunia tulis menulis, Bapak Susanto, S.Pd, biasa disapa dengan Pak D Susanto. Beliau merupakan salah satu penulis yang cukup berpengalaman. Tidak hanya menulis beliau juga dikenal sebagai editor dan kreator konten. Beliau sehari-hari mengabdikan diri sebagai guru kelas SDN Mardiharjo. Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatra Selatan. Beliau dilahirkan di Gombong Kebumen pada tanggal 29 Juni 1971. Beliau lulusan S1 Pendidikan Bahasa Indonesia dan S1 Pendidikan Guru SD. Pak D Sendiri adalah alumni kelas Belajar Menulis angkatan 15. Karena kemahiran beliau dalam editing, menjadikan beliau seorang editor pada komonitas pelatihan menulis asuhan Om Jay.

Pak D Susanto telah menerbitkan 1 buku solo dengan judul "Berani Menulis dalam 20 Hari" ( 2020}, 4 buku antologi ( tahun 2020-2021), dan sebagai editor 7 buku ( Desember 2020- Juli 2021). Beliau juga aktif di 4 komunitas menulis. Proses yang begitu cepat dalam pencapaian prestasi.

Ada sebuah ungkapan Jika kamu tidak dapat menjelaskan sesuatu dengan sederhana, kamu tidak cukup memahaminya - Albert Einstein.

Ungkapan di atas, menyiratkan pentingnya menyusun atau menata kalimat dengan sederhana sehingga mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca. Unsur kesederhanaan bukan hanya soal struktur kalimat, tetapi bisa jadi karena kesalahan yang tidak disengaja oleh penulisnya, seperti saltik (salah ketik) atau typo. Bukankah kata atau kalimat yang tadinya sederhana, bisa menjadi sulit dipahami karena kurang huruf, atau huruf yang tertukar? dan ini lazim terjadi dalam menulis naskah.

Maka tepatlah jika malam ini, narasumber hebat kita mengangkat tema "Proofreading sebelum menerbitkan Tulisan". Materi ini menjadi sangat penting, terutama bagi mereka yang akan menerbitkan tulisan untuk konsumsi publik, apakah itu dalam bentuk artikel di koran, media online, maupun dalam bentuk buku.

Apa itu Proofreading ?

Proofreading atau uji-baca mempunyai arti membaca ulang sebuah tulisan. Tujuannya adalah untuk memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks yang sudah ditulis tersebut. Jadi, dengan melakukan proofreading, kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah, hingga pemenggalan kata dapat diminimalkan, agar tidak terdapat lagi kesalahan pada saat diterbitkan. 

Apakah Perbedaan Editing dan Profreading?

Editing lebih fokus pada aspek kebahasaan, sedangkan proofreading selain aspek kebahasaan, juga harus memperhatikan isi atau substansi dari sebuah tulisan.

Jadi, proofreading tidak sekadar menyoroti kesalahan tanda baca atau ejaan, tetapi juga logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk di akal atau belum.

Adapun tugas seorang proofreader adalah:

Tugas proofreader bukan hanya membetulkan ejaan atau tanda baca. Seorang proofreader juga harus bisa memastikan bahwa tulisan yang sedang ia uji-baca bisa diterima logika dan dipahami.

Proofreader harus dapat mengenali apakah sebuah kalimat efektif atau tidak, susunannya sudsh tepat atau belum, dan substansi sebuah tulisan dapat dipahami oleh pembeca atau tidak.

Katakanlah seorang proofreader mendapatkan tugas untuk menguji-baca sebuah teks terjemahan. Output yang dihasilkannya adalah sebuah teks yang mudah dipahami meski bagi orang yang tidak mengetahui bahasa asal teks terjemahan tersebut.

Jadi, tugas seorang proofreader adalah untuk membuat teks mudah dipahami pembaca dan tidak kehilangan substansi awalnya.

Mengapa harus melakukan proofreading?Proofreading adalah tahapan yang penting, apa lagi jika berniat menertibkan karya tulis itu kepada public dan tentu saja termasuk dalam tulisan di blog.

Salah satu caranya mintalah seseorang untuk membaca karya tulis kita, lalu mengoreksinya, dan pastikan si proofreader adalah orang-orang yang memang sudah tahu atau ahli dalam hal ini.

Meskipun proofreading itu dilakukan oleh penulisnya sendiri, namun si penulis harus bersifat netral. Seorang proofreader akan menilai karya penulis secara objektif. Oleh karenanya, proofreader bertindaklah sebagai seorang “pembaca”. Apakah karya tulis kita sudah bisa dimengerti atau justru berbelit-belit?

Seorang proofreader akan membantu Anda untuk mengoreksi apakah ada kesalahan dalam tulisan. Bisa saja tulisan tersebut dikoreksi oleh si penulis tersebut, dengan catatan apa yang sudah ia tulis sudah selesai.

Sering terjadi, ketika "sedang" menulis, muncul keinginan agar tulisan ini harus sempurna. Sehingga, muncul kehawatiran: nanti tulisan jelek, tidak layak baca, banyak kesalahan ejaan, kalimatnya tidak pas, dan sebagainya. Pada akhirnya terjebak untuk segera memperbaiki.

Guru menulis menggambarkannya dengan proses membuat rumah. Ketika membangun rumah, baru sampai dinding , belum pasang atap, tetapi sudah memoleh dengan mengecatnya, memberi ornamen, dan sebagainya. Lalu tidak puas dengan warna cat, ganti lagi, dan seterusnya. Akhirnya, rumah tidak kunjung selesai.

Hal lain, misalnya seorang blogger peserta Kelas Menulis, ingin segera menerbitkan tulisan. Begitu selesai menulis, mungkin karena mengejar target atau ingin segera memublikasikan, langsung klik tombol kirim.

 Jika itu dilakukan, apa yang terjadi?

Yang pertama, alih alih tulisan menjadi lebih baik, malah tulisan "nggak jadi-jadi".
Lalu, maksud hati membuat tulisan yang menarik, akibat kekurangcermatan dalam pengetikan tulisan di blog, tulisan menjadi berkurang nilai kemenarikannya. Sayang, 'kan?

Yang kedua, tulisan di blog masih terdapat kesalahan (ejaan atau struktur kalimat). Meskipun, seiring dengan waktu, kemampuan Anda kesalahan itu akan banyak berkurang. Nyatanya, ketka Bapak dan Ibu berlomba menerbitkan tulisan tulisannya sudah enak dibaca. Oleh karena itu, proofreading penting dilakukan, sebelum tulisan diterbitkan.

Proofreader (meskipun dilakukan oleh penulis) bersifat netral. Seorang proofreader akan menilai karya penulis secara objektif. Oleh karenanya, proofreader bertindaklah sebagai seorang “pembaca”.Apakah karya tulis saya sudah bisa dimengerti atau justru berbelit-belit?

Bagaimana agar lebih objektif?

Agar objektif, setelah tulisan selesai, endapkan dulu beberapa jam, syukur, beberapa hari. Hal ini dilakukan untuk membebaskan pikiran kita dari ide yang baru saja dituangkan.

Posisikan diri sebagai "CALON PEMBACA"

Langkah-langkah dalam Proofreading:

Langkah Pertama

Merevisi draf awal teks, seringkali membuat perubahan signifikan pada konten dan memindahkan, menambahkan atau menghapus seluruh bagian.

Langkah Kedua

Merevisi penggunaan bahasa: kata, frasa dan kalimat serta susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks.

Langkah Ketiga

Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya. Memperbaiki kalimat kalimat yang ambigu.

Yang keempat

1. Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit

2. Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI

3. Konsistensi nama dan ketentuannya

4. Perhatikan judul bab dan penomorannya





Hindari kesalahan kecil yang tidak perlu misalnya typo atau kesalahan penulisan kata dan penyingkatan kata. Kesalahan kecil lainnya misalnya, memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya. Penjelasan dari pak D. Kita menjadi lebih tercerahkan bagaimana seharusnya mempersiapkan sebuah naskah atau teks tulisan kita sebelum di terbitkan.


Pangkalpinang, 14 Februari 2022
Rismaningsi






Jumat, 11 Februari 2022

Mengelola Majalah Sekolah



Judul                  : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Resume ke-        : 12
Gelombang        : 23 dan 24
Hari/Tanggal      : Jum'at, 11 Februari 2022
Tema                  : Mengelola  Majalah Sekolah
Narasumber       : Widya Setianingsih, S.Ag.
Moderator          : Ibu Maesaroh


Assalamualaikum wr wb, 

Asyiknya menulis di sepanjang perjalanan belajar di kelas belajar menulis PGRI asuhan Om Jay, menjadikan pertemuan demi pertemuan begitu cepat berganti. Pada malam ini adalah pertemuan ke-12. Tibalah saatnya bertemu dengan narasumber yang membahas tema "Mengelola  Majalah Sekolah".
Ibu Widya Setyaningsih sosok yang tak pernah berhenti mengembara mengukir pena hingga ia mampu melahirkan  karya perdananya yang begitu manis berjudul "Laras-laras Makna dalam Puisi", moderator andal Ibu Maesaroh, M. Pd yang siap mebingkai malam ini dengan bait-bait ilmu dari narasumber.
.
Sang moderator akan menyajikan acara di malam ini dengan 3 sajian:
1. Pesona Pengetahuan,
2.  Kasih Sayang,  
3. Jamuan.

Ketiganya memiliki larik yang serupa, dimana pengetahuan akan menyempurnakan sesayap kasih sayang satu sama lain, seperti kita yang tak pernah bersua tetapi lekat dalam ingatan. Ada semangat yang dihantarkan bersama menuju satu puncak tujuan Menjadi Penulis Handal.

Pula Sang Jamuan adalah pelengkap durasi di acara malam. Jika kita mulai dengan potongan-potongan semangat serta memainkan jemari, bak memulai makan malam dengan jamuan yang lezat.

Ibu Widya Setyaningsih merupaka alumni pelatihan belajar menulis PGRI. Beliau adalah peserta penulis angkatan 21. Meski ia mengatakan baru anak kemarin namun kepiawaiannya menulis sangatlah diperhitungkan. Malam ini Ibu Widya Setyaningsih akan membawakan materi belajar bagaimana mengelola majalah sekolah.
 


Seluk Beluk Majalah Sekolah

Sebelum kita membuat majalah sekolah, tentunya kita harus tahu telebih dahulu tentang difinisinya, isinya dan penyusunannya.

Majalah menurut KBBI: Terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca.

Majalah menurut Waktunya.
Berdasarkan waktu penerbitannya, adalah majalah bulanan, tengah bulanan, mingguan, dsb.

Majalah Menurut Isinya yaitu majalah berita, anak-anak, wanita, remaja, olahraga. sastra, ilmu dan pengetahuan tertentu dsb.

Majalah Sekolah adalah majalah yang di kelola, dibuat dan diedarkan dikalangan sekolah, dari sekolah untuk sekolah.



Profil sekolah narasumber:
MI Khadijah. Sebuah sekolah swasta Islam yang berada di pusat kota Malang.

 Ini adalah majalah sekolah narasumber. 


Sejarah singkat majalah Kharisma 

Majalah Kharisma lahir sejak tahun 2007. Pada tahun 2008 sempat vakum selama dua tahun. Kemudian pada tahun 2010 terbit lagi dengan title Kharisma reborn. Mengapa reborn?  Karena Kharisma terbit dengan penampilan yang baru. Saat pertama kali terbit tentu tampilan dan isinya tidak seperti saat ini.
Tampilan Kharisma sangat sederhana sekali. Hanya berukuran 21 cm x 16 cm (separuh folio). Itupun tidak dicetak. Hanya di fotokopi hitam putih.

Artikelnya pun belum beragam dan sederhana sekali. Kemudian lahir kembali dengan tampilan lebih menarik, keren, dicetak, berwarna, hard cover dan isinya lebih beragam. Walaupun halamannya waktu itu hanya ada 20 an halaman (sekarang 40 halaman).

Crewnya pun terbatas. Saat itu hanya ada pimred merangkap layout, dan beliau sebagai reporter merangkap editor.

Kemudian tahun 2010 beliau diangkat menjadi pimred, barulah pembaharuan total dilakukan.
                     


Ada beberapa langkah menerbitkan majalah sekolah :
  1. Menyatukan ide dan gagasan. Mencari teman-teman yang memiliki jiwa literasi dan organisasi. Membentuk susunan redaksi majalah.
  2. Mengajukan Proposal. Membuat proposal meliputi latar belakang, tujuan, susunan redaksi, anggaran dana dsbnya.
  3. Membuat rancangan majalah. Menentukan nama majalah, isi berita, pendanaan dll.
  4. Mencari rekanan pendukung. Percetakan, sponsor dll.
                                      

Susunan Redaksi Majalah Sekolah
  1. Penasehat : Dari Yayasan Sekolah/Komite Sekolah. Tugasnya adalah memberikan segala pertimbangan terhadap segenap crew tentang majalah sekolah.
  2. Penanggung Jawab : Yaitu Kepala Sekolah. Tugasnya adalah bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Ia dapat melimpahkan pertanggungjawabannya kepada Pemimpin Redaksi sepanjang menyangkut isi penerbitan (redaksional).
  3. Pimpinan redaksi : Dari Guru yang ditunjuk. Pemimpin Redaksi (Editor in Chief) bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya.
  4. Editor. Tugasnya: Bertanggung jawab swa sunting tulisan, proofreading dan mengedit semua tulisan.
  5. Reporter : Reporter merupakan “prajurit” di bagian redaksi. Mencari berita lalu membuat atau menyusunnya, merupakan tugas pokoknya.
  6. Fotografer Tugasnya mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis.
  7. Layout . Tugasnya mendesain majalah, dan tata letaknya agar menjadi tampilan komunikatif dan menarik untuk disajikan.
  8. Bendahara : Tugasnya: Mengatur jalannya sirkulasi keuangan majalah sekolah.


Manfaat majalah sekolah yaitu antara lain:

1. Sebagai sarana komunikasi sekolah dengan walimurid, dan siswa.

2. Media komunikatif sekolah yang berisi berita-berita sekolah, informasi, pengetahuan dan hiburan.

3. Wadah kreativitas guru dan siswa dalam berkarya (menulis, menggambar dll).

4. Sarana publikasi sekolah di masyarakat.

5. Menjadi Kebanggaan sekolah dan menambah nilai plus sekolah terutama saat akreditasi.





Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menerbitkan majalah adalah:

1. Membuat nama majalah.
Buatlah nama yang unik, menarik dan mudah diingat.
Bisa juga membuat nama majalah berupa singkatan nama sekolah, atau kata-kata yang menginspirasi.
Contoh : SMART, MUTUALISTA, KONTAK, CAHAYA.

2. Menentukan artikel yang akan ditampilkan.
Visi Misi Sekolah : Visi, misi sekolah masing-masing dituliskan di hal 2.

2. Salam Redaksi :
Kata sapaan pimred pada pembaca, menyampaikan isi majalah secara singkat, tema majalah, kondisi teraktual saat itu.

3. Berita Sekolah :
Kegiatan-kegiatan sekolah, misalnya peringatan PHBI-PHBN, kegiatan sekolah dll.

4. Profil Guru :
Dimuat secara bergiliran mulai dari kasek, wakasek, guru, staf pendidik.

5. Profil Siswa Berprestasi:
Menampilkan siswa paling berpretasi.

6. Karya Siswa :
Menampilkan tulisan siswa, puisi, cerpen, foto hasil karya siswa berupa kerajinan, gambar dll.

7. Kegiatan Siswa:
Kegiatan outingclass, ataupun inclass.
Misalnya outbound, praktek di kelas, unjuk kerja, game, dll.

8. Kuiz berhadiah:
Disesuaikan dengan jenjang kelas. Untuk SD TTS, tebak gambar, dll. Dan berhadiah.

9. Prestasi Sekolah :
menampilkan prestasi terbaru dari guru, siswa, dan sekolah.

10. Info dan pengumuman: Info ujian, libur dsbnya.



3. Mengajukan ISSBN. Agar majalah kita memiliki hak paten, maka Mengajukan ISSBN sangatlah penting. Kita bisa menghubungi penerbit untuk membantu kita mendapatkan ISSBN.

4. Menentukan Bahasa yang dipakai dalam majalah. 
Sebelum menentukan bahasa yang akan kita pakai, kita harus mengetahui sasaran pasar kita yakni siswa-siswi kita dan walimurid.
Saran : 
  • Gunakan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak.
  • Tidak menggunakan bahasa terlalu formal/kaku.
  • Gunakan bahasa keseharian dan pergaulan. 
  • Selipkan bahasa-bahasa gaul yang lagi ngetrend (asalkan harus sopan). Misalnya hay gaess, hai sobat (sapaan  untuk para pembaca).
  • Gunakan bahasa komunikatif sehingga seolah-olah kita sedang berbincang dengan pembaca.
5. Carilah tema dari hal yang lagi booming atau ngetrend di lingkungan sekolah dan masyarakat. Isue-isue keseharian yang sedang booming di lingkungan sekolah dan masyarakat bisa kita gunakan sebagai tema. Misalnya : 
  • Tetap Berprestasi di masa Pandemik
  • Semakin Berilmu Semakin Berakhlak
  • Lets go green
  • Raih Mimpi Setinggi Bintang
  • Hold Your Star

6. Cover dan Layout Menarik.
Fungsi dari cover majalah adalah untuk melindungi isi majalah. Mencerminkan tema dan isi majalah. Karena itu tampilan cover harus menarik pembaca.

Hal yang perlu diperhatikan dalam Layout dan tata letak majalah.
  • Dibuat sesuai tema dan tingkatan usia pembaca (SD,SMP, SMA).
  • Praktis, simple, menarik dan memuat seluruh artikel dengan penataan padat tapi tidak sumpek.
  • Carilah guru yang berkompeten di IT sebagai tenaga layout dengan menggunakan aplikasi Corel. 
Untuk cetak majalah tidak semuanya kita cetak warna, hal ini untuk menekan budget agat tidak terlalu tinggi. Bisa 8 halaman saja yang di cetak warna, yang lainnya cukup hitam putih saja.



 7. Pembiayaan cetak majalah bisa di bagi menjadi 3.

1. Murni dari siswa: Siswa membeli majalah (dimasukkan di daftar ulang atau SPP)
2. BOSDA 
Pembiayaan majalah bisa diambilkan dari dana BOSDA dengan kode rekening biaya cetak/penggandaan dan membayar honorarium.
3. Sponsor.
Bisa dengan menggandeng  walimurid yang ingin beriklan tentang usahanya dengan memasang iklan tersebut di majalah.

Untuk disekolah biaya murni dari siswa, tentu inipun tidak serta merta. Tapi melalui proses diskusi, sharing yang panjang antara crew, kepala sekolah, yayasan dan walimurid. 
Dari penjualan majalah setiap crew nasih mendapatkan hr sekitar 300 -400 ribuan. 

Tapi yang paling membahagiakan para crew adalah karyanya tercetak dan dibaca semua siswa dan keluarga besar


8. Percetakan. Tidak bisa dipungkiri percetakan merupakan faktor penting adanya majalah secara fisik.
Akan tetapi bila tidak memungkinkan majalah dicetak karena beberapa hal misalnya pendanaan, situasi tidak bisa tatap muka karena pandemi maka majalah bisa juga disampaikan dalam bentuk online. Misalnya dishare dalam bentuk PDF melalui WhatsAp, Web sekolah, IG, Facebook dll. Bisa juga melalui aplikasi flipbook atau photoshop.

Pada musim pandemi kemarin majalah tidak dicetak, krn semua serba online. Maka majakah pun bisa tetap beredar secara online, via wa dan website sekolah.


9. Upgrade Ilmu Secara Kontinue. Agar majalah selalu Uptodate maka harus ada jadwal untuk mengupgrade ilmu bagi para crew. Misalnya pelatihan menulis, pelatihan aplikasi Corel,Photoshop untuk layout dll dengan memberdayakan teman sejawat atau mendatangkan narasumber ahli.


10. Pupuk Kekompakan Team. Ibaratnya tubuh maka crew majalah adalah bagian team yang memiliki tugas SAMA PENTING nya. Oleh karena itu team harus solid, terus pupuk kekompakan team. Saling mendukung dan mengisi kekurangan satu sama lain adalah kunci langgengnya sebuah team.


Mari membuat majalah sekolah, agar sekolah kita semakin dikenal masyarakat luas, nilai kebanggaan sekolah dan menambah poin nilai saat akreditasi sekolah.


Saat ini mungkin kita membayangkannya merasa berat, impossible, dan sulit. Tapi dengan mengawali satu langkah saja, insyaallah berproses. Dan tak terasa kita telah mencapai puncak Piramida. Waktu, usaha dan doa yang akan menuntun jalan kita. Believe or not is your.


Pangkalpinang, 11 Februari 2022
Rismaningsi



Rabu, 09 Februari 2022

Kiat Menulis Cerita Fiksi

 


Judul                  : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Resume ke-        : 11
Gelombang        : 23 dan 24
Hari/Tanggal      : Rabu, 09 Februari 2022
Tema                  : Kiat Menulis Cerita Fiksi
Narasumber       : Sudomo, S.Pt.
Moderator          : Ibu Helwiyah

Assalamualaikum wr wb, 

Kegiatan pada malam ini adalah pertemuan ke-11 merupakan pertemuan yang luar biasa sekali, saya merasakan aura semangat dari rekan-rekan peserta pelatihan belajar menulis gelombang 23 dan 24 ditambah lagi materi bertemakan "Kiat Menulis Cerita Fiksi", sepertinya menjawab keinginan saya yang sudah lama terpendam. Mempunyai semangat yang tinggi untuk belajar, mengharapkan narasumber Bapak Sudomo, S.Pt, dengan didampingi Ibu Helwiyah sebagai moderator andal dapat mengantarkan saya menjadi penulis cerita fiksi yang sudah lama dirindukan.

Sebelum menyajikan materi inti, kita simak profil beliau, Bapak Sudomo, S.Pt dengan nama panggilan Pak Momo DM atau Mazmo, beliau, lahir di Sukoharjo, 27 Maret 1975. Lulusan S1 Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro ini seorang guru IPA SMP Negeri 3 Lingsar Lombok Barat. Beliau memaparkan tentang pengalaman menulisnya berupa lomba-lomba menulis dan menerbitkan buku. Adapun lomba-lomba yang pernah diikuti yaitu menulis puisi tahun 2007, menulis desain pembelajaran 2010, menulis novel sebulan tahun 2014, menulis cerita anak tahun 2015, menulis teks literasi tahun 2016, menulis teks literasi tahun 2019, menulis cerita rakyat Sasak tahun 2012-2020 dan menulis di blog PGRI tahun 2021.

Tak hanya menulis di blog, beliau pun terus mengasah kepiawaiannya menulis dengan mengikuti berbagai kelas menulis, yaitu kelas menulis PGRI, kelas telegram penaguru, kelas menerbitkan buku ber-ISBN, kelas menulis komunitas penerbit, dan kelas menulis komunitas sekolah. Untuk menambah jaringan dan kolaborasi dalam menulis, beliau bergabung dalam komunitas menulis yaitu: Cakrawala blogger guru Nasional, Lombok blogger, komunitas praktisi sekolah, dan BIZP Mataram.

Sesuai pembuka yang telah disampaikan Bu Helwiyah, beliau adalah penulis fiksi orang pertama yang menulis resume Kelas Menulis dalam bentuk fiksi. Beliau menyajikan resumenya dengan cara berbeda yaitu dalam bentuk fiksi. Ternyata beliau rasakan lebih seru. Tulisan-tulisan resume yang dikemas dalam bentuk fiksi itu pun diterbitkan.

Namun, cukup lama beliau tidak menulis fiksi karena terbentur dengan Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 2 tahun kemarin. Menulis di blog pun lebih banyak tentang guru penggerak.Terlebih saat ini dipercaya menjadi Ketua Komunitas Guru Penggerak Kabupaten Lombok Barat, aktivitas menulis berubah menjadi seputar kiprah komunitas.

Paparan materi malam ini mencakup: mengapa harus belajar menulis fiksi, syarat-syarat untuk bisa menulis fiksi, unsur-unsur pembangun cerita fiksi, dan cara menulis cerita fiksi.

Mengapa Harus Belajar Menulis Fiksi?

Pertama, salah satu aspek yang dinilai dalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah Literasi Teks Fiksi. Dengan belajar menulis fiksi, tentu seorang guru akan lebih mudah membuat soal latihan AKM bagi murid-murid kita.

Kedua, menulis fiksi merupakan cara asyik untuk menyembunyikan dan menyembuhkan luka. Dengan menulis fiksi, seorang guru bisa menyuarakan isi hatinya melalui tokoh-tokoh yang diciptakannya.

Ketiga, cerita fiksi merupakan media pembelajaran alternatif yang menyenangkan bagi murid terutama menyangkut pengembangan karakter dan materi pengayaan.

Keempat, menulis fiksi bisa menjadi tambahan poin dan koin, terutama jika dikumpulkan menjadi sebuah buku.

Persyaratan Untuk Bisa Menulis Fiksi adalah:

1. Komitmen dan niat kuat untuk belajar menulis fiksi, baik melalui postingan blog atau kompetisi.

2. Kemauan dan kemampuan melakukan riset. Tujuannya agar tulisan menjadi lebih nyata. Misalnya, menyangkut latar tempat.

3. Banyak membaca cerita fiksi karya penulis lain. Hal ini akan memperkaya kosa kata dan juga menemukan gaya menulis.

4. Mempelajari KBBI dan PUEBI agar cerita yang ditulis sesuai kaidah kebahasaan.

5. Memahami dasar-dasar menulis cerita fiksi.

Unsur-unsur Pembangun Cerita Fiksi adalah:

1. Tema, adalah merupakan ide pokok cerita. Kiat menemukan tema adalah yang paling dekat dengan kita. Bisa saja keluarga atau sekolah. Selain itu, pilih tema yang paling disukai dan kuasai. Hal ini akan memudahkan dalam menyelesaikan cerita.

2. Premis, adalah merupakan ringkasan cerita dalam satu kalimat. Unsur-unsurnya terdiri dari karakter, tujuan tokoh, halangan/rintangan, dan resolusi. Contoh: Seorang penyihir muda berjuang melawan penyihir jahat yang akan menguasai dunia. Contoh tersebut adalah premis dari novel Harry Potter.

3. Alur/plot, adalah merupakan struktur rangkaian kejadian dalam cerita. Terdiri dari pengenalan cerita, awal konflik, menuju konflik, konflik/klimaks, dan ending.

4. Penokohan, adalah merupakan penjelasan selangkah demi selangkah detail karakter dalam cerita. Bisa digambarkan secara langsung, fisik dan perilaku tokoh, lingkungan, tata bahasa tokoh, dan penggambaran oleh tokoh lain.

5. Latar/setting, adalah merupakan penggambaran waktu, tempat, dan suasana.

6. Sudut pandang, adalah merupakan cara penulis menempatkan diri. Penggunaan sudut pandang dalam menulis cerita fiksi harus konsisten.

Kiat-kiat untuk menulis cerita fiksi adalah:

1. Niat untuk memulai dan menyelesaikan cerita fiksi. Permasalahan yang dihadapi oleh penulis

2.Perbanyak membaca cerita fiksi karya orang lain untuk menambah referensi berupa ide/gagasan/tema, teknik menulis, pemilihan kata, dan gaya penulisan.

3. Terkait ide dan genre, catat segera ide cerita yang terlintas di kepala agar ide tidak hilang begitu saja. Pilih genre yang disukai dan kuasai.

4. Outline/kerangka karangan. Kerangka disusun berdasarkan unsur-unsur pembangun cerita fiksi:
  • Menentukan tema agar pembaca mengerti lingkup cerita fiksi kita.
  • Membuat premis sesuai tema.
  • Menentukan uraian alur/plot berdasarkan unsur-unsurnya.
  • Menentukan penokohan kuat berdasarkan jenis dan teknik penggambaran watak tokoh dengan baik.
  • Menentukan latar/setting dengan menunjukkan sisi eksotis dan detail.
  • Memilih sudut pandang penceritaan yang unik.
5. Mulailah menulis, memulai menulis antara lain dengan:
  • Membuka cerita dengan baik (dialog, kutipan, kata unik, konflik)
  • Melakukan pengenalan tokoh dan latar dengan baik dengan cara memaparkan secara jelas kepada pembaca.
  • Menguatkan sisi konflik internal dan eksternal tokoh.
  • Menggunakan pertimbangan logis agar tidak cacat logika dan memperkuat imajinasi.
  • Memilih susunan kalimat yang pendek dan jelas.
  • Memperkuat tulisan dengan pemilihan kata (diksi).
  • Membuat ending yang baik.
 6. Lakukan swasunting. Hal-hal yang harus kita lakukan setelah selesai menulis adalah:
  • Jangan menulis sambil mengedit.
  • Memfokuskan penyuntingan pada kesalahan pengetikan, pemakaian kata baku dan istilah, aturan penulisan, ejaan, dan logika cerita.
  • Usahakan menempatkan diri pada posisi sebagai penyunting agar tega menyunting tulisan sendiri.
  • Jangan lupa menyiapkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Dari pemaparan Pak Sudomo tentang menulis cerita fiksi terkait alasan kita mengapa harus belajar menulis fiksi, syarat-syarat bisa menulis fiksi, unsur-unsur pembangun cerita fiksi, dan cara menulis cerita fiksi, semakin membuka wawasan kita untuk menulis berbagai kisah nyata pun bisa difiksikan, jika di kemas dengan baik akan memberikan manfaat yang luar biasa. Wassalam.

Pangkalpinang, 09 Februari 2022
Rismaningsi




Senin, 07 Februari 2022

Menulis itu Mudah

 


Judul                  : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Resume ke-        : 10
Gelombang        : 23 dan 24
Hari/Tanggal      : Senin, 07 Februari 2022
Tema                  : Menulis  itu Mudah
Narasumber       : Prof. Dr. Ngainun Naim
Moderator          : Ibu Roliyanti

Assalamualaikum wr wb, 

Pada pembelajaran malam ini pertemuan ke-10 bertemakan "Menulis itu Mudah" dengan narasumber Bapak Prof Dr Ngainun Naim, sang Bloger milenial. Ibu Roliyanti, bertindak sebagai moderator. Semudah apakah menulis menurut Bapak Ngainun Naim, seoramg dosen IAIN Tulung Agung yang telah menerbitkan 40 buku, 90 antologi, dan 30 kata pengantar, 50 artikel jurnal, dan ribuan esai motivator, serta pengiat literasi.

Menurut beliau selama ini kesannya menulis itu sulit. Semua ini disebabkan karena cara pandang dan berpikir kita sendiri yang menyebabkan menulis itu sulit.

Profil Singkat Narasumber

Prof. Dr. Ngainun Naim lahir di Tulungagung pada 19 Juli 1975. Pekerjaan sehari-hari sebagai Dosen UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pendidikan dasar diselesaikan oleh Ngainun Naim di SDN Sambidoplang Sumbergempol Tulungagung (1988), kemudian melanjutkan ke MTsN Tunggangri Kalidawir Tulungagung (1991), lalu melanjutkan ke MAN Denanyar Jombang yang ada di PP Mamba’ul Ma’arif (1994). Tahun 1994-1996 melanjutkan studi S-1 di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Karena satu dan lain hal, jenjang S-1 diselesaikan di STAIN Tulungagung (1998). Tahun 2000 melanjutkan jenjang magister di Universitas Islam Malang yang diselesaikan pada tahun 2002. Mulai tahun 2007 kuliah S-3 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang diselesaikan pada tahun 2011.

Langkah Mudah Untuk Menulis menurut Prof. Dr. Ngainun Naim adalah:

1. Ubah Pola Pikir

Pastikan diri kita menganggap bahwa menulis itu mudah. Kita harus merubah pola pikir dan membangun pemahaman, keyakinan, dan kesadaran dalam diri kita bahwa menulis itu mudah. dan harus tertanam dalam hati kita. Bahkan disaat kita sedang merasa kesulitan dalam menuangkan ide, tetapi kita tetap harus merasa yakin bahwa menulis itu mudah, sehingga kita akan mampu menyelesaikan tulisan, dan kita tidak akan putus asa. Jadi ubahlah pola pikir kita bahwa menulis itu mudah.

2. Berlatih Menulis

Teori menulis itu penting tetapi, jika hanya belajar teori tidak dipraktikkan seumur hidup kita tidak akan bisa menulis, hanya belajar teori saja. Seperti sekarang ini banyak penulis yang tidak berlatar belakang pendidikan sekolahnya tidak ada hubungannya dengan dunia menulis. Akan tetapi mereka tetap bisa menulis karena setiap hari mereka belajar menulis. Kuncinya berlatihlah menulis setiap hari walau hanya satu paragraf.

3. Banyak Membaca

Membaca merupakan syarat wajib agar menulis menjadi mudah. Dengan membaca, kita akan memperoleh banyak hal yang mempengaruhi tulisan kita. Jika kita banyak membaca tentunya akan lebih banyak kosa kata, gaya bahasa yang kita miliki. Jadi marilah kita membaca sedikit demi sedikit.
Bisa satu dua halaman dulu baru berhenti. Jika ada yang penting, jangan lupa di catat. Nikmati prosesnya. Prinsip dalam membaca adalah "Utamakan Paham Bukan Hatam".

4. Meluangkan Waktu

Mengatur waktu secara baik jangan alasan sibuk, karena setiap orang memiliki kesibukan, pengangguran saja sibuk apalagi yang memiliki pekerjaan. Jika tiap hari bisa meluangkan waktu setengah sampai satu jam untuk membaca dan menulis, hasilnya sangat luar biasa. Kuncinya adalah "Manajemen Waktu" Sesibuk apapun kita harus bisa mengatur waktu. Jangan Menunggu Waktu Luang tetapi kita seharusnya "Luangkan Waktu untuk Menulis". 

5. Rajin Mengamati, Mencatat dan Mengolah apa yang sudah kita catat menjadi tulisan. misalnya pada waktu kita melakukan perjalanan, kita catat apa saja yang menarik, lalu kita tuangkan dalam bentuk tulisan. atau pengalaman kita saat menerima apa saja yang sudah kita dapatkan, lalu kita tuangkan dalam bentuk tulisan.

6. Belajar Menulis Kepada Para Penulis. Mari kita biasakan untuk mengunjungi, membaca, dan mengomentari tulisan demi tulisan di group, itu cara belajar yang efektif jangan pelit untuk memberikan komentar pada tulisan orang lain.

Memulai sesuatu pekerjaan memang sulit pada awalnya tetapi jika kita menjalankan ke enam kunci yang diberikan oleh Bapak Dr. Ngainun Naim, maka Menulis itu Mudah. Wassalam.


Pangkalpinang, 07 Februari 2022
Rismaningsi


Jumat, 04 Februari 2022

Komitmen Menulis di Blog

 


Judul                  : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Resume ke-        : 9
Gelombang        : 23 dan 24
Hari/Tanggal      : Jum'at, 04 Februari 2022
Tema                  : Komitmen Menulis di Blog
Narasumber       : Drs. Dedi Dwitagama, M. Si.
Moderator          : Ibu Rosminiyati


Assalamualaikum wr wb,

Kegiatan pelatihan malam ini akan dipandu seorang moderator yang hebat yaitu Ibu Rosminiyati. Pada malam ini adalah pertemuan ke-9 merupakan pertemuan yang luar biasa sekali, saya merasakan aura semangat dari rekan-rekan peserta pelatihan belajar menulis gelombang 23 dan 24 ditambah lagi materi bertema "Komitmen Menulis di Blog", serta narasumber yang sangat luar biasa adalah Bapak Drs. Dedi Dwitagama, S.Si. Seorang guru Matematika yang luar biasa hebat, kelahiran Jakarta 57 tahun lalu, namun terlihat sanagat muda. tiga kali menjadi Kepala Sekolah di SMK yang berbeda, dan sejak tahun 2013 - sekarang kembali menjadi guru dengan segudang kegiatan yang memukau.

Bersyukur kita bisa belajar langsung kepada Master Guru blogger yang menyandang paket predikat sebagai: *Pendidik, Trainer, Narasumber, dan Motivator, telah bersinergi dengan sedikitnya 32 lembaga Internasional dan domestik, aktif di 5 organisasi pada tahun 2005 – 2013, peraih 24 prestasi di dalam dan luar negeri tahun 1974 – 2012, aktif mengikuti 36 workshop dan seminar di berbagai bidang, khususnya terkait profesi dan keahlian yang dimiliki saat ini, sebagai Panitia/Tim/Delegasi di 29 kegiatan. Menakjubkan!

               
                          Beliau aktif di instagram selain di blog. ohya pak dedi mengelola 14 blog.

Blog adalah bentuk aplikasi website yang berbentuk tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web. Tulisan-tulisan ini sering kali dimuat dalam urutan isi terbaru dahulu sebelum diikuti isi yang lebih lama, meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. Keutamaan antara blog dan website tidak ada yang ada yang lebih utama, tergantung dari tujuan pengguna.

Bagi kita menulis di blog sama halnya dengan menulis dalam buku diary, akan tetapi menulis dalam blog berarti bisa di publikasikan dalam internet dan akan dapat dibaca oleh orang-orang diseluruh dunia. Blog bisa ditulis dengan apa saja sesuka hati kita. Tulisan dapat berbentuk artikel, puisi, pantun, cerita tentang kegiatan sehari-hari, atau sekedar mendeskripkan sesuatu yang sedang kita lihat, kita dengar, kita rasa, atau kita pikirkan. Menariknya lagi, kita bisa menyisipkan gambar, video, dan rekaman suara. Tampilan blog juga bisa dibuat berwarna atau kreasi lainnya yang bagus sehingga menggairahkan kita saat menulis atau membacanya.

Manfaat menulis di blog antara lain tulisan kita menjadi referensi orang lain, sumber materi untuk pembelajaran, berprestasi dengan menulis artikel di blog, menjadi narasumber pada berbagai seminar berkat tulisan di blog, bermanfaat bagi sesama manusia.

Kriteria blog yang baik, diantaranya; diupdate secara rutin, bisa tiap hari, minggu, bulan, tahun tergantung pemilik blog, isinya bermanfaat buat orang banyak, dan banyak pengunjungnya

Tips agar blog banyak dikunjungi orang sekaligus mendapatkan kritik dan saran. Caranya blog diisi dengan tulisan apa saja yang tentunya bermanfaat dan dibutuhkan. Kemudian kita harus rajin berkunjung ke blog orang lain dan meninggalkan komentar di blok orang lain, etikahnya orang itu akan berkunjung ke blog kita, promosi di group WA, Instagram, twitter, facebook, dsb.

Cara memilih tema yang bagus/berkualitas, cara menulisnya di blog adalah tergantung mood, ide, keresahan, bacaan terbaru, omongan teman, acara tv, konten yutub atau kualitas maka berkreasilah sesuai kemauan kita, memperkenalkan blog kita dengan menyebarkan link blog pada group WA, memantau data pengunjung blog dengan membaca kembali pada blog kita.

Menu yang paling sering digunakan di blog adalah write atau menulis. Blog kalau dari penampilan seperti kamar, sangat relative tergantung dari pemiliknya. Kita bisa mengotak-atik atau meng-klik masing-masing menunya, jadi kuncinya trial and error supaya kita dapat menguasai dan mengelola blog, sehingga kita dapat merasakan manfaatnya. Supaya pintar mengelola blog caranya adalah mencari info melalui youtube, di google mengenai teknik pengolahan di blog atau membaca buku tentang cara mengelola blog di wordpress.

Cara memperkenalkan blog kita kepada khalayak kalau zaman dulu kita bisa tuliskan alamat blog di kartu nama, namun pada zaman sekarang kita bisa kopi link blog kita dan sebarkan di semua group WA yang ada di HP kita, jika kita adalah pengajar berikan pelajaran lewat blog kita, kasih link pengisian daftar hadir dan link soal di blog kita, maka semua murid kita akan mengunjungi blog kita maka blog kita jadi terkenal dan banyak pengunjungnya. 

Cara menangkap data pengunjung blog dan mendatangkan mereka kembali ke blog kita adalah lihat di statistik blog, agar mereka kembali, posting sesuatu yang mereka butuhkan.  Contohnya:

Tulisan di blog dapat disatukan menjadi sebuah buku. Dengan mengumpulkan tulisan-tulisan yang sejenis di blog dan mengemasnya secara menarik akan lahirlah sebuah buku yang dapat diterbitkan. Wassalam.

Pangkalpianang, 04 Februari 2022
Rismaningsi

Rabu, 02 Februari 2022

Mengatasi Writer's Block

 


Judul : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Resume ke- : 8
Gelombang : 23 dan 24
Hari/Tanggal : Rabu, 02 Februari 2022
Tema : Mengatasi Writer's Block
Narasumber : Ditta Widya Utami, S.Pd, Gr.
Moderator : Widya Setianingsih


Assalamualaikum wr wb,

Kegiatan belajar malam ini dengan tema "Mengatasi Writer's Block" disajikan oleh Narasumber Ibu Ditta Widya Utami didampingi oleh Moderator Ibu Widya Setianingsih. Mengawali materi inti Ibu Widya menjelaskan tentang pentingnya materi ini yang merupakan modal dalam membuat tulisan berkualitas.

Ibu Ditta Widya Utami adalah alumnus belajar menulis PGRI grlombang ke-7 yang naik kelas menjadi moderator dan narasumber di berbagai pelatihan. Beliau lahir di Subang pada tanggal 23 Mei 1990, berprofesi sebagai guru IPA di SMP Negeri 1 Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat. Untuk menunjang profesinya, beliau aktif dalam kegiatan MGMP IPA, PGRI. Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat ( KPPJB ).

Beliau lulusan S1 Pendidikan Kimia UPI ini telah menerbitkan 3 buku solo versi cetak, 1 Novel di platform wattpad, dan 2 short story di storial dan wattpad sejak tahun 2017, dan 12 buku karya bersama sejak tahun 2019. Telah meraih 7 buah prestasi sejak tahun 2020 yang meliputi Penghargaan Bupati Subang 2020 dan Penghargaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang sebagai guru berprestasi 2021.

Sebelum menyampaikan materi inti tentang writer's block., istilah yang dipopulerkan pertama kali oleh psikoanalisis Edmund Bergler . Ibu Ditta memberikan sebuah tantangan untuk menulis dengan durasi 15 menit dengan judul tulisan "Saat Kita Berbuat Salah".

Materi pertama yang disampaikan oleh Ibu Ditta dimulai dengan pertanyaan apakah peserta pernah mengalami kejadian tak mempunyai ide dalam menulis atau sudah menulis namun kemudian tak dapat melanjutkannya. Keadaan seperti itulah yang dinamakan dengan writer's block. Ibu Ditta yakin bahwa peserta belajar menulis dapat mengatasi writer's block. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya peserta belajar yang dengan cepat menulis berdasarkan tantangan yang diberikannya.


Adapun tanda-tanda writer's block antara lain : sulit fokus, tidak ada inspirasi menulis, menulis lebih lambat dari biasanya , merasa stres dan frustasi untuk menulis. Writer's block bisa menimpa siapa saja, penulis pemula maupun penulis profesional. Karena writer's block umumnya tidak disebabkan oleh masalah komitmen atau kompetensi menulis. Lamanya writer's block biasanya bervariasi bisa dalam hitungan menit, jam, hari, minggu, bulan bahkan tahunan..


Untuk mengatasi writer's block kita harus mencari penyebabnya. Yang tahu masalah ini tentunya diri kita sendiri. Biasanya penyebabnya adalah mencoba metode/topik baru dalam menulis, stres, lelah fisik /mental atau terlalu perfeksionis berlebihan. Jika kita mengalami writer's block yang disebabkan oleh topik yang baru maka kita harus lakukan adalah dengan menguatkan komitmen, kemudian segera mencari sumber bacaan. Selain itu bisa juga dengan berlatih secara terus menerus sampai terbiasa dengan diri kita. Apabila writer's block disebabkan oleh stres dan kelelahan fisik atau mental, maka istirahat sejenak adalah jalan yang terbaik. Hal ini dapat dilakukan dengan mencari suasana baru yang menyenangkan. Dengan demikian maka fisik maupun mental kembali segar sehingga ide baru pun akan datang. Sedangkan untuk mengatasi writer's block yang disebabkan oleh perfeksionis berlebihan adalah dengan cara mengembalikan niat awal kita menulis. Untuk itu kita perlu mengingat lagi ke belakang di saat kita masih belum tahu apa-apa tentang menulis.


Kesimpulannya adalah writer's block bisa dialami siapa saja dan dapat diatasi jika sudah tahu penyebabnya. Yang tahu penyebabnya tentunya diri kita sendiri, Dengan mengenali tanda-tandanya writer's block dapat membantu kita dalam penyelesaian masalah yang penting jangan biarkan berlama-lama menyerang kita agar tujuan yang ingin kita capai tidak terbengkalai dan berhasil dengan baik. Wassalam.



Pangkalpinang, 02 Februari 2022
Rismaningsi








Mengelola Taman Bacaan

  J udul                        : Pelatihan Belajar Menulis PGRI Resume ke-            : 30 Gelombang            : 23 dan 24 Hari/Tanggal   ...